KKN IPMAFA Bina UMKM Jamu Tradional di Kabupaten Pati

Posted on

KKN dari Istitut Pesantren Mathali’ul Falah atau yang di sebut dengan (Ipmafa) di Desa Kembang kecamatan Dukuhseti kini tengah melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan melakukan pembinaan UMKM di Desa setempat.

Di dalam prosesi pemberdayaan tersebut, satu tim KKN bermitra dengan pelaku usaha Kunyit Asam yang murni merupakan jamu tradisional yang diproduksi oleh ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kembang.


iklan banner

Usahanya sering meramaikan pasar senja di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Pada awalnya, usaha kunyit asam ini dirintis sekedar percobaan pembuatan jamu traditional yang dikonsumsi untuk pribadi.

Namun dalam berjalannya waktu, produk kunyit asemnya ini memiliki konsumen tetap yang semakin bertambah.

“Namun sayangnya usaha rumahan ini belum memiliki label produksi dan packaging yang masih sangat sederhana dengan memanfaatkan botol bekas air mineral untuk pengemasannya. Selain itu belum memiliki perizinan sehingga menjadi kendala produksi untuk lebih memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan,” jelas tim KKN Ipmafa desa kembang melalui pilar ekonomi, Umi Latifah pada tanggal 8 Agustus 2019.

Berdasarkan kendala yang terjadi tentu saja menjadi perhatian khusus Tim KKN Ipmafa untuk mendorong produksi kunyit asam supaya di dalam proses pemasarannya semakin luas.

Ketika pemasaran semakin luas besar kemungkinan mampu menambah penghasilan produsen.

”KKN Kembang Arum mendorong produksi kunyit asam dengan pembuatan label. Dengan begitu produk jamu kunyit asam murni bisa ramaikan pasar senja Ngagel dan menjangkau pasar yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Meski demikian pembinaan usaha kunyit asam masih butuh proses untuk sampai pada perizinan usaha. “Dengan tetap mempertimbangkan betul bagaimana keberlangsungan akses pelaku usaha kedepannya. Namun dengan keunikan rasa, penyajian yang baik menjadi penguat UMKM ini untuk lebih maju lagi,” tandas Umi. (AS)